Kamis, 19 Agustus 2010

Cara Merawat Kain Batik Tulis dengan Pewarna Alami.

> Mengingat warna alam yang digunakan pada Pewarnaan Batik Tulis tersebut sama sekali tidak menggunakan zat-zat kimia ( Pewarna Syntetis ), melainkan Murni Pewarna yang dihasilkan dari proses Ekstraksi Akar,Kulit,maupun Daun dari pohon yang ada di sekitar Kita sebagai pewarnaan nya.

> Kain batik tulis yang pewarnaannya menggunakan hasil rebusan dari berbagai tumbuhan, terutama dari bagian kulit pohon, akar dan daun itu memang memerlukan penanganan khusus. Di sini untuk warna hijau pada motif batik, misalnya, digunakan warna hasil rebusan daun mangga, adapun akar mengkudu menghasilkan warna merah muda, dsb nya.

> Maka untuk merawat Kain Batik tulis dengan Pewarna Alami,agar kain tersebut tetap tahan lama baik segi Warna maupun kualitasnya, maka cara merawatnya dianjurkan antara lain :

* Mencuci kain batik dengan menggunakan sampo rambut. Sebelumnya, larutkan dulu sampo hingga tak ada lagi bagian yang mengental. Setelah itu baru kain batik dicelupkan.

* Jangan menggosok terlalu keras saat mencuci batik. Jika kain batik tidak terlalu kotor, cukup rendam dan cuci dengan menggunakan air hangat. Jika batik terkena noda, anda bisa mencucinya dengan sabun mandi. Bila nodanya masih membandel, hilangkan dengan kulit jeruk yang digosokkan pada bagian kotornya saja.

* Anda juga bisa menggunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang bernama Lerak,atau bisa juga menggunakan sabun Batangan atau sabun colek yang dijual di pasaran.

* Kain batik tulis jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci dan Deterjen. Cara mencuci kain batik seperti ini akan membuat warna alami kain batik tak bertahan lama.

* Sebaiknya Anda juga tidak menjemur kain batik tulis berpewarna alami di bawah sinar matahari langsung.

* Bila Anda ingin memberi pewangi dan pelembut kain pada batik tulis, jangan disemprotkan langsung pada kainnya. Sebelumnya, tutupi dulu kain dengan koran, baru semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain.

* Masih dengan koran menutupi kain, Anda bisa menyetrika kain batik berpewarna alami tersebut. Jangan menyetrika langsung pada kainnya karena ini bisa memengaruhi warna motifnya.

* Anda sebaiknya juga tidak menyemprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain atau pakaian berbahan batik sutera berpewarna alami.

* Saat penyimpanan di almari dianjurkan untuk di berikan Akar Wangi sebagai pengganti Kapur barus, agar terhindar dari serangga dan baunya tetap harum.Sebaiknya jangan memberi kapur barus karena zat padat ini terlalu keras sehingga bisa merusak kain batik.Sebagai gantinya, beri merica yang dibungkus dengan tisu, lalu masukkan dalam lemari pakaian untuk mengusir ngengat atau gunakan akar wangi.

3 komentar:

  1. tipsnya bagus sekali dan bermanfaat ya..
    oya gan kalau untuk soal tren kaos kaki muslimah disana saat ini seperti apa ya...
    mohon infonya ya..

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus banget
    Untuk informasi tambahan seputar Sprei terbaru silahkan klik Sprei Katun Terbaru

    BalasHapus
  3. Butuh alat membatik dan pewarna batik berkualitas dengan harga murah? Anda bisa mendapatkannya di Fitinline..

    BalasHapus