Sabtu, 25 Juni 2016

Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa

Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KEMBALI KE TANAH JAWABAB I

Malam gelap gulita. Tak nampak rembulan tak kelihatan kelipan bintang. Udara dingin menusuk tulang sampai ke sumsum. Hembusan angin laksana menyayat kulit. Suasana sunyi di kawasan bukit-bukit karang sesekali dipecah oleh suara deburan ombak yang datang dari arah Teluk Penanjung – Pangandaran, menghantam kaki bukit karang. Di arah timur, dua bukit karang menjulang tinggi menghitam. Di antara dua batu karang ini terbentang satu jurang dalam gelap gulita. Sesekali terdengar suara aneh seperti ngiang tiupan seruling. Itulah suara angin yang terpesat berputar masuk ke dalam jurang, tenggelam lalu menebar di dasarnya tak mampu bergerak naik kembali.

Di salah satu sisi barat jurang pada kedalaman hanya sekitar dua puluh kaki terdapat bagian dinding jurang mencekung ke dalam membentuk goa seluas hampir 20 kaki persegi. Dari atas jurang goa besar ini tidak kelihatan karena tertutup tubir batu dan semak belukar rimbun. Di pertengahan goa, tenggelam dalam kegelapan ada sebentuk batu berlumut setinggi menusia yang duduk bersila.

Beberapa benda hidup bergerak menjalar di permukaan batu. Yang pertama adalah sepasang ular besar berwa
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #120 : Kembali Ke Tanah Jawa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 16 Juni 2016

Wiro Sableng #46 : Serikat Setan Merah

Wiro Sableng #46 : Serikat Setan Merah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Pendekar 212 Wiro Sableng duduk seperti dihenyakkan di bangku panjang itu. Perutnya kenyang sekali dan kantuknya mendadak saja muncul tak tertahankan. Matanya terasa berat dan sebentar-sebentar dia menguap lebar.

"Aneh, kenapa aku jadi mengantuk seperti ini. Dan sekujur tubuhku terasa letih....." membatin sang pendekar, lalu dia garuk-garuk kepalanya. Seharusnya dia sudah membayar makan dan minuman yang disantapnya sejak tadi, tetapi entah mengapa dia masih saja duduk di rumah makan besar itu. Setiap saat matanya menatap pada cangkir tanah berisi minuman. Semakin dipandangnya minuman itu semakin besar hasratnya untuk mereguk. Dan buktinya dia sudah menghabiskan tiga cangkir besar.

"Minuman apa ini. Harum, manis. Tuak aneh...... Jangan-jangan minuman ini yang membuat mataku mengatuk......." Diangkatnya cangkir tanah itu lalu didekatkannya ke hidungnya. Ketika dia mencium minuman itu dalam-dalam memang terasa seperti ada hawa aneh yang ikut masuk ke dalam hidungnya dan terus menjalar ke tenggorokan. Bersamaan dengan itu kedua matanya menjadi tambah berat. Tapi saat itu pula hasratnya untuk meneguk tuak itu tidak tertahankan. Gluk....gluk....gluk. Beberapa kali teguk saja minuman itu amblas ke dalam perutnya. Baru saja cengkir tanah diletakkannya di
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #46 : Serikat Setan Merah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kebermaknaan Hidup

Kebermaknaan Hidup Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Bulan lalu saya pulang ke Tarakan, kota kelahiran saya, untuk menghadiri resepsi pernikahan seorang saudara sekalian nyambangi orangtua saya. Keesokan harinya saya dan istri, Stephanie, beserta ayah saya nyekar ke makam kakek dan nenek. Sudah hampir dua tahun saya tidak pulang ke kampung halaman. Biasanya setiap awal April, saat ada upacara untuk mengenang para leluhur, saya pasti pulang. Namun karena kesibukan yang sangat luar biasa maka dua tahun terakhir ini saya terpaksa absen.

Saya menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memberikan penghormatan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan mengenang semua jasa kebaikan, pelajaran, cinta, dan hidup yang telah dibagikan kepada saya, oleh kakek dan nenek saya tercinta. Walaupun mereka telah tiada, tidak bersama kami lagi, namun kehidupan yang mengalir melalui mereka dan terus ke kehidupan saya akan selalu saya kenang dan kembangkan.

Makam kakek dan nenek saya berdampingan dan letaknya di atas bukit. Jadi, kami perlu sedikit mendaki. Dalam perjalanan ke atas, kami melewati jalan sedikit berliku dan di samping kiri kanan terdapat banyak makam.

Tiba-tiba saya mendapat insight atau pencerahan. Saya melihat makam demi makam dan tidak ada satupun
... baca selengkapnya di Kebermaknaan Hidup Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 15 Juni 2016

Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008

Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Potensi manusia begitu besar dan tidak terbatas. Terbukti selalu ada rekor baru dalam setiap penyelenggaraan olimpiade. Dalam sejarah Olimpiade muncul para pemecah rekor yaitu Michael Phelps (perenang), Carl Lewis (pelari), Mark spitz (perenang), Paavo Nurmi (pelari jarak jauh) dan Larysa Latynina (pesenam peraih 9 medali emas).

Michael Fred Phelps, kelahiran Baltimore-AS, berhasil merebut 8 medali emas, memecahkan rekor Mark Spitz yang pernah meraih 7 medali emas pada olimpiade Munchen tahun 1972. Puluhan medali emas selalu ia dapatkan dalam berbagai kompetisi kelas dunia, misalnya World Championships (Yokohama, Jepang 2002), Pan Pacific Championship (Kanada 2006), dan lain sebagainya. Prestasi Phelps menginspirasi kita begitu besar potensi di dalam diri manusia. Bahkan beberapa hal tentang Phelps berikut ini menjadi acuan penting untuk mengeksplorasi potensi tersebut.

Salah satu yang dapat kita teladani dari pemuda usia 23 tahun ini adalah kebiasaan Phelps yang selalu fokus pada aktifitas-aktifitas penting untuk mencapai tujuan. Contohnya Phelps tidak berusaha melakukan sesuatu yang dilakukan orang lain. Sebaliknya, ia hanya fokus untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya berenang cepat.

“Saya mengerti jika saya berl
... baca selengkapnya di Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 13 Juni 2016

Tulisan yang Menggugah

Tulisan yang Menggugah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya menghadiri acara talkshow yang diadakan oleh salah satu perusahaan network marketing terkemuka di Indonesia, saya mendapat pengalaman yang sangat berharga. Yaitu, jika kita hendak membuat orang-orang larut dalam percakapan kita, hendaknya kita harus larut terlebih dahulu. Jika kita hanya setengah-setengah atau tidak begitu memperhatikan apa yang kita bicarakan, maka orang-orang yang mendengar pun tidak begitu memperhatikan juga. Demikian juga dengan menulis, jika kita tidak sungguh-sungguh dengan apa yang kita tulis, maka energi makna yang terkandung di dalamnya tidak akan menghipnotis pembacanya.

Jika kita ingin membuat orang-orang yang mendengar itu mencucurkan airmata atau menangis, hendaknya kita harus bersedih atau cenderung untuk mencucurkan air mata. Ketika saya membacakan puisi –dalam acara tersebut- yang menemani saya ketika berada di Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga, saya membaca dengan nada yang begitu menyayat hati sehingga saya sendiri menangis. Ini bukan sebuah rekayasa. Ini murni dari hati. Maka saya menjumpai orang-orang yang mendengarkan ikut menangis, bahkan yang mewawancarai saya dalam talkshow tersebut pun ikut meneteskan air mata. Dan ketika saya tanya kepada mereka “kenapa ikut menangis?”, mereka menj
... baca selengkapnya di Tulisan yang Menggugah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 31 Oktober 2011

Cara Budidaya & Pengolahan Tanaman Indigoferra Tinctoria ( Nila / Tom ) sebagai Bahan Pewarna Alam Biru.

I. PENDAHULUAN
 
A. Asal usul dan penyebaran geografis Tanaman Indigoferra Tinctoria ( Nila / Tom )
Marga Indigofera (tanaman nila) yang besar (kira-kira 700 jenis) tersebar di seluruh wilayah tropika dan subtropika di Asia, Afrika dan Amerika sebagian besar jenisnya tumbuh di Afrika dan Himalaya bagian selatan. Kira-kira 40 jenis asli Asia Tengara, dan banyak jenis lainnya telah diintroduksikan ke wilayah ini. Banyak jenisnya yang telah dibudidayakan di seluruh wilayah tropika. Indigofera arrecta adalah tumbuhan asli Afrika Timur dan Afrika bagian selatan, serta telah diintroduksikan ke Laos, Vietnam, Filipina (Luzon), dan Indonesia (Sumatera, Jawa, Sumba, Flores). Kedua anak jenis dari Indigofera suffruticosa berasal dari Amerika tropika, dan di daerah-daerah tertentu di Jawa dibudidayakan. Indigofera tinctoria mungkin berasal dari Asia, tetapi kini tersebar di seluruh wilayah pantropik.
Di Nusantara bahan indigo disamping dari tanaman Marsdenia tinctoria R. BR, dari suku Asclepiadaceae, hanya dihasilkan dari daun berasal dari beberapajenis tanaman yang masuk marga indigofera. Mengenai pengolahan dan budidaya indigo kering yang terutama digunakan untuk pasaran Eropa, sedang mengenai Indigo basah yang terutama digunakan dari dua jenis bahan tersebut tidak begitu banyak harapan.
 
B. Manfaat dan kegunaan Tanaman Indigoferra Tinctoria
Indigofera dimanfaatkan secara luas sebagai sumber pewarna biru, tarum, di seluruh wilayah tropika. Jenis-jenis ini juga dianjurkan untuk ditanam sebagai tanaman penutup tanah dan sebagai pupuk hijau, khususnya di perkebunan-perkebunan teh, kopi, karet. Daun Indigofera arrecta dan Indigofera tinctoria digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan penyakit ayan dan gangguan syaraf, juga untuk luka dan borok.
 
C. Kandungan kimia Nila / Tom
Daun Indigofera arrecta mengandung : N 4,46 %; P2O5 0,02 %; K2O 1,95 %; CaO 4,48 % dan Indigofera tinctoria : N 5,11 %;, P2O5 0.78 %; K2O 1,67 %; CaO 5,35 % ( menurut bobot keringnya).
 
D. Sifat Kimia Indigoferra Tinctoria
Tanaman Indigofera mengandung glukosida indikan. Setelah tanaman ini direndam di dalam air, proses hidrolisis oleh enzim akan mengubah indikan menjadi indisil (tarum-putih) dan glukosa. Indoksil dapat di oksidasi menjadi tarum – biru.
Banyak jenisnya yang mengandung senyawa –senyawa organik nitro yang beracun. Walaupun demikian, disebutkan bahwa Indigofera tinctoria dapat dimakan ternak

II. BUDUDAYA  TANAMAN INDIGOFERRA TINCTORIA

1. Pembenihan
Sistem perbanyakan tanaman indigofera yang dikembangkan di lahan Masyarakat pada umumnya adalah dengan cara generatif yaitu dengan biji. Biji yang digunakan adalah biji dari tanaman yang sudah tua berumur sekitar 12 bulan dan belum pernah dipanen sama sekali. Buah yang diambil dijemur hingga kering dan diremas untuk dipisahkan dengan bijinya, setelah itu biji yang diambil dijemur selama 2 hari. Untuk menghindari kelembaban maka biji yang sudah dikeringkan tadii dikering anginkan selama 24 jam, untuk selanjutnya siap disimpan dalam bentuk kemasan yang rapat dan dapat dibuka kembali saat hendak disemai.
 
2. Pesemaian bibit Indigoferra Tinctoria
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Disiapkan media dalam polybag, dengan pupuk organik sebagai pupuk dasarnya.
2.Biji direndam untuk memisahkan biji yang mengapung dan yang mengendap,biji yang digunakan adalah biji yang mengendap,selanjutnya dijemur selama 1 hari.
3. Langkah ke dua diulangi sekali lagi,kemudian dilakukan penjemuran selama 2 hari.
4. Biji yang sudah dijemur 2 hari diangin-anginkan semalam,dan paginya siap untuk disemai.
5. Benih yang digunakan sebanyak dua butir untuk satu media tanam.
6. Pemupukan selama dalam pesemaian tidak lebih dari 1,5 gram pupuk makro.
7. Penyiraman dilakukan sebelum jam enam pagi dan setengah lima pada sore harinya.
8. Bibit siap dipindah tanam setelah berumur 30 hss.
 
3. Persiapan lahan
Langkah – langkah yang dilakukan adalah :
1. Penggemburan tanah
Dapat dilakukan dengan luku garu atau pencangkulan
2. Pemupukan dasar
pupuk yang digunakan adalah pupuk organik , dan pupuk makro 200 kg/ Ha berupa Urea, ZA, TSP, KCl , Dolomit
3. Pengaturan jarak tanam (jarak yang digunakan adalah 75 cm jarak antar barisan, dan 50 cm jarak dalam barisan).
 
4. Pemeliharaan.
Dalam pemeliharaan tidak jauh beda dengan tanaman lain pada umumnya,yaitu :
1. Penyiangan sebelum pemupukan dilakukan.
2. Pemupukan susulan :
- Susulan I : berumur 3 bst dengan dosis 80 kg / Ha
- Susulan II : berumur 6 bst dengan dosis 80 kg / Ha
- Susulan III : berumur 8 bst dengan dosis 80 kg / Ha
.
- Susulan IV : berumur 10 bst dengan dosis 80 kg / Ha
- Susulan V : berumur 12 bst dengan dosis 80 kg / Ha
Adapun pupuk yang digunakan adalah pupuk urea , ZA, Tsp, KCl untuk 5 kali pupuk susulan.
3. Pemberian ZPT
ZPT diberikan dengan interval 10 Hst
 
5. Pemanenan
Tanaman indigofera siap dipanen saat berumur kurang lebih 120 hst untuk satu kali pemanenan, selanjutnya dapat dipanen kembali dengan selisih waktu 90 hari dari saat pemanenan pertama.Pemanenan dilakukan dengan cara membabat tanaman dari batang sampai daun dan disisakan batang bawah untuk pertumbuhan tunas berikutnya. Umur tanaman indigofera dapat mencapai 3 tahun.
Pemanenan biasa dilakukan pada saat jam 04 : 00 WIB – 06 : 00 WIB, dikarenakan pada waktu tersebut potensial untuk menghasilkan warna nila yang maksimal., setelah tanaman terkena sinar matahari warna nila yang dihasilkan kurang bagus.
 Untuk mengetahui detail proses Budidaya maupun Pembuatan Bahan Pewarna Alam Biru dari tanaman Indigoferra Tinctoria menjadi Pasta bisa menghubungi kami di ekko_bs@yahoo.co.id atau  SMS +6285 626 64389 ( Kami juga melayani Penjualan indigoferra Pasta nya ).

Senin, 03 Oktober 2011


KATALOG   PRODUCT   BATIK    CANTING100
Sesuai permintaan para Rekan Blogger "Batik Canting100" maka bertepatan dengan Peringatan Hari Batik Nasional Thn.2011 ini ,Kami terbitkan sample Katalog Product Kami.
Semoga bisa berkenan dan bagi Siapapun dan Dimanapun yang kepingin tahu lebih detail bisa menghubungi Saya Eko BS./085 626 64389 atau e-mail : ekko_bs@yahoo.co.id.
Sejahtera Indonesia Ku bersama Batik Tulis Warna Alam !


40
Kode    : 40
Batik Canting100 Collection
Kain Primishima
Size 105 x 250 Cm
Bahan pewarna
Motif
Harga IDR.
41
Kode    : 41
Hem Batik Pola
Kain Primishima
Size M
Bahan pewarna Alam Mahoni + Collet
Motif Kembang Kopi
Harga IDR.350.000
42
Kode    : 42
Hem Batik Pola
Kain Primishima
Size M
Bahan pewarna Alam Mahoni
Motif Lokomotif
Harga IDR.350.000

06
Kode    : 06
Batik Tulis Warna Alam
Kain Primishima
Size 105 x 250 Cm
Bahan pewarna Indigo Tinctoria
Motif Roning Carica
Harga IDR.350.000
07